Showing posts with label Di. Show all posts
Showing posts with label Di. Show all posts

Monday, February 13, 2012

Harga Kantor di Luar CBD Ikut Membubung

Meskipun negara-negara global belum sepenuhnya pulih dari krisis, namun perekonomian Indonesia tetap tumbuh secara positif. Terbukti, minat terhadap proyek perkantoran sampai saat ini tidak juga surut, sehingga membuat harganya membubung makin tinggi.

Coldwell Banker Commercial melansir, harga kantor di luar central business district (CBD) Jakarta ternyata naik lebih cepat dibanding CBD. Menurut mereka, CBD saat ini relatif lebih crowded.

"Sedangkan pada non CBD lalu lintasnya masih oke," jelas Meyriana Kesuma, Manager Research and Consultancy Coldwell kepada, akhir pekan lalu.

Menurut catatan Coldwell, di kuartal empat tahun lalu, rata-rata tarif sewa kantor di CBD hanya naik 3% dibanding periode sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 181.029 per meter persegi (m2) per bulan. Padahal, tarif sewa kantor di luar CBD rata-rata naik 5% menjadi Rp 131.320 per m2 per bulan.

Prediksi Meyriana, tarif sewa kantor di luar CBD tahun ini bakal tumbuh lebih tinggi lagi, bisa sampai 6% di atas tahun lalu. Sedangkan kantor-kantor di CBD umumnya disewa untuk jangka waktu lama, sehingga kenaikan tarifnya paling banter hanya 2%-3% per tahun.

Meyriana memproyeksikan, lebih dari 500.000 m2 kantor baru akan dirilis ke pasar dalam dua tahun mendatang, baik pasokan maupun okupansi akan tetap berkembang di tengah krisis ekonomi global. Ia sendiri mengaku optimistis, okupansi akan selalu di atas 90%.

Di luar CBD, Meyriana menyebutkan, kawasan TB Simatupang masih mendominasi. Selain itu, di barat Jakarta seperti Puri dan Arjuna pun mulai bermunculan kantor baru sampai ke Bumi Serpong Damai (BSD).

"Perusahaan yang berkantor di CBD umumnya bank dan industri keuangan, sedangkan yang lain lebih suka di luar CBD," ujar Meyriana lagi.

Sementara itu, menurut Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk Theresia Rustandi, umumnya perusahaan yang mencari kantor di TB Simatupang adalah perusahaan multinasional bidang oil and gas atau consumer goods.

"Mereka menghindari Sudirman-Thamrin yang sering jadi tempat demo. Selain itu, ekspatriatnya tinggal tidak jauh dari sana," ujar Theresia di Jakarta, Senin (13/2/2012).

Melihat potensi ini, Intiland membangun perkantoran South Quarter di TB Simatupang dengan luas total 7,2 hektar (ha). Dari luas total itu, sebanyak 60% di antaranya ditujukan untuk kantor. Rencananya, bulan depan proyek tersebut mulai dibangun dan ditargetkan selesai dalam dua tahun.

"Penjualannya sudah dimulai bulan lalu, dan saat ini sudah ada beberapa komitmen," kata Theresia.

40 Persen Remaja di Dunia Masih Virgin

Tak sedikit yang menganggap keterbukaan informasi di 'zaman internet' memicu seks bebas di kalangan remaja. Namun menurut survei terbaru terhadap pengguna internet, 40 persen remaja di seluruh dunia belum pernah berhubungan seks.

Survei yang melibatkan 1.210 remaja pria dan 1.100 remaja wanita di seluruh dunia ini mengungkap, 40 persen atau hampir setengah remaja berusia 18-24 tahun masih virgin atau belum berhubungan seks. Bahkan sekedar oral seks sekalipun, 20 persen remaja putra dan 29 remaja putri mengaku belum pernah melakukan.

Virginitas yang dimaksud dalam penelitian ini tentu saja merujuk pada pengalaman seksual sesungguhnya yang dilakukan secara berpasangan. Sebab di sisi lain, 11 persen dari responden yang mengaku masih virgin ternyata sudah pernah melakukan masturbasi.

Meski demikian, survei terbaru yang dilakukan oleh majalah khusus dewasa Playboy ini bisa membuat orangtua sedikit lebih tenteram memikirkan anak remajanya. Setidaknya, tidak semua remaja kecanduan seks bebas seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

Apalagi di era keterbukaan informasi, siapapun termasuk anak muda bisa dengan leluasa mengakses pornografi. Dikutip dari YourTango, Kamis (19/5/2011), akses film porno di internet memang meningkat menjadi 78 persen, dari yang semula hanya 40 persen pada tahun 1983.

Diduga karena makin mudah mengakses film porno, para remaja yang masih virgin ini justru tidak merasa perlu berhubungan seks. Boleh jadi, adegan-adegan dalam film itu lebih mewakili fantasi seksualnya dibandingkan jika melakukannya sendiri bersama pasangan.

Penelitian yang dilakukan dengan mengisi kuisioner lewat internet ini diklaim sebagai yang terbesar dalam 25 tahun terakhir. Sebelumnya pada tahun 1983, Playboy juga melakukan survei sejenis dengan melibatkan lebih banyak responden yakni 65.000 pria dan hampir 15.000

Di Thailand, Toyota Avanza Veloz Dibanderol Rp 205 Juta

Mobil merek Jepang yang dibikin dan terlaris di Indonesia, Toyota Avanza, juga dijual di Thailand. Hal itu terlihat dari ulasan yang dibuat Bangkok Post tentang MPV asal Tanah Air tersebut.

Di Negeri Gajah Putih, Avanza dijual 699.000 bath atau setara Rp 205 juta. Sebagai pembanding, di Jakarta, harga on-the road Avanza paling mahal, yaitu Veloz dengan mesin 1,5 liter dan transmisi otomatik, dibanderol Rp 182.900.000. Avanza lebih mahal di Thailand bisa dimaklumi karena untuk sampai di negara tersebut harus ada ongkos kirim, asuransi serta keuntungan distributor dan dealer Toyota di negara tersebut.

Dijelaskan pula, mesin Avanza 1,5 liter ini sudah memenuhi standar Euro4 dan bisa mengonsumsi bensin etanol E20. Perlengkapan standar lainnya adalah ABS dan dua kantong udara.

Avanza yang dijual di Thailand adalah varian Veloz dengan transmisi otomatik. Sempat juga dikomentari, perubahan mencolok dari All-New Avanza baru dibandingkan generasi pertamanya ada pada lampu, bemper, sepakbor dan desain roda.

Wajah MPV ini dikatakan mirip produk Toyota di segmen-B, seperti Yaris baru atau Verso/Ractis yang dijual di Eropa dan Jepang. Begitu juga dengan desain interiornya.

Seperti di Indonesia, harga Avanza 1.5 paling murah untuk MPV karena merek lain seperti Honda Freed, Proton Exora, dan Suzuki APV lebih mahal lagi.